Selasa, 17 November 2009

Aku harus menjadi polisi sebagai pengayom masyarakat!
Aku harus menjadi Tentara sebagai pembela Negara!
Aku harus Kuliah untuk Menambah Keilmuan!
Aku harus pergi meninggalkan pulau Kangean!

Itulah pernyataan dari seorang Denin. Laki-laki kelahiran Sumenep, 19 januari 1988. Desa Laok jang-jang Kepulauan Kangean Kab. Sumenep. Denin adalah anak bungsu dari empat berasudara, yaitu Sulaiman, Suhama, Muslimin, Denin. Mereka adalah empat bersaudara. Konon ceritanya Denin terlahir sebagai sebagai seorang anak yang memperihatinkan. Pasalnya, ketika Denin dilahirkan oleh sorang ibu bernama “Madrina”, dan ayah”Arsadi”. Panen padi pada waktu itu gagal. Banyak orang yang gagal panen, mereka hanya mendapatkan secuil dari panennya. Itu pun tidak sebanding dengan modal yang di keluarkan.
Sungguh malang nasib Denin. Lahir ditengaah sawah yang bertepatan denga paceklik. Tapi syukur. Ibu dan ayahnya sabar menghadapi cobaan yang menimpanya. Ia berharap anak yang dilahirkan ditengah sawah yang bersamaan musim paceklik itu setelah besar nanti harapannya menjadi anak yang layak hidupnya kelak dan berbakti kepada kedua orang tua. Amein….
Menyimak harapan dari rang tua Denin tak jauh dari harapan orang tua pada umumnya. Ingin menjadi anak-anaknya lebih baik dan bernakti kepada kedua orangnya. Tak lama kemudian, setelah usia Denin menginjak usia enam tahun. Denin pun di Sekolahkan oleh ibunya di sebuah sekolah dasar di Desanya yang tak jauh dari rumahnya. Disekolah disambutnya denin oleh pihak sekolah bersama teman-temannya yang lain.
Empat tahun Denin sudah sekolah dasar. Beberapa teman pun ia dapatkan. Teman-teman Deniin pun tidak begit istimewa. Pasalnya, Denin orangny a pendiam, selalu menyendiri. Itulah kkebiasaan Dario seorang Denin. Pendiam, suka menyendiri bukanlah hal yang buruk bagi seorang Denin. Diam berarti tidak bicara. Diam berarti tidak membicarakan orang lain. Menyendiri bukan sifat sombong dari seorang Denin. Menyendri bukan menghindar dan menjauh dari teman-teman seuianya. Tapi Denin menyendiri karena ingin banyak belajar bagaimana hidup menjadi orang yang mandiri.
Ada hal aneh pada diri Denin. Hal yang teraneh yaitu denin selalu ngumpul bareng orang yang lebih tua dari usianya. Denin menghabiskan masa bermainnya dengan ngumpul –ngumpul bareng orang-orang tua dari pada teman-teman seusianya. Aneh sungguh kebiasaan Denin. Suatu hari ketika semua teman-temannya berkumpul bermain. Denin asyik ngumpul bareng orang tua yang 17 tahun lebih tua dari dirinya. Bahkan Denin juga sempat didengar selalu ngumpul-ngumpul bareng segerombolan orang-orang yang sudah berkeluarga.

Beberapa tahun kemudian, tiba-tiba Denin minggu depan sudah akan lepas dari pendidikan dasarnya. Tepat pada pertengahan juli 2000.bisakah denin melanjutkan sekolahnya”? tunggu cerita selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar